Minggu, 22 Juli 2012

Street Art: Seni Uji Nyalinya Bomber Jogja


Di saat masyarakat Jogja terlelap, mereka bergerak. Ditemani dinginnya malam, mereka menyusur jalanan lengang, berbekal tas atau kardus berisi peralatan, lalu mulai “bekerja”. Menghiasi dan mewarnai kota Jogja. Mereka adalah para bomber, demikian disebut. Para pembuat grafiti jalanan.
 Uji nyali, begitu saya menyebut aktivitas ini. Bagaimana tidak? Tengah malam mereka mulai beraksi,nge-bom (aktivitas melakukan grafiti) di media publik, bisa berupa tembok, papan reklame, halte, trotoar, tong sampah, bahkan gerbong kereta api. Dan itu semua dilakukan di tengah risiko tertangkap mata orang lain, terutama petugas keamanan. Dan sebuah gambar sebesar apapun harus jadi dini hari itu juga. Cepat, tersembunyi namun estetika terjaga. Benar-benar uji nyali.

Saya berhasil menemui salah seorang bomber yang sudah banyak berkiprah di bidang ini. Tatsoy (bukan nama sebenarnya), adalah salah seorang crew Jogjakarta Illegal Crew (JIC), sebuah club beranggotakan bomber di Jogjakarta, sedikit berbagi dengan saya tentang pengalamannya di dunia street art.
Bagi Tatsoy, aktivitas grafiti memberi keasyikan tersendiri karena tidak melulu menggambar di kanvas. Karena grafiti lebih banyak berupa tulisan, maka itu bisa menjadi sebuah identitas diri. Memang, jika diperhatikan tiap grafiti memiliki karakter tersendiri sesuai dengan gaya masing-masing.
Sebuah grafiti yang dibuat sedemikian cepat itu rupanya butuh persiapan tersendiri. Untuk membeli cat, yang biasanya dipilih cat genteng atau pilox mereka saweran, tergantung dari gambarnya. Sebelum terpampang di publik area, gambar dibuat dalam sebuah buku sketsa yang sering disebutblack book. Kemudian di lokasi terpilih, gambar itu disalin dengan proposional ke media yang lebih besar. Untuk Jogja sendiri, Tatsoy berujar memiliki ciri sendiri, yaitu materi yang lebih murah dan dengan corak lokal yang khas, seperti pesan-pesan dalam bahasa Jawa.
Risiko yang melekat dalam proses pembuatan grafiti rupanya disadari sebagai sesuatu yang sudah galibnya. Dan kemudian risiko inilah yang membedakan street art dengan mural. Berbekal minat dan keberanian yang sama ini sebuah wadah semacam JIC dibentuk. Tatsoy berujar organisasi ini bukan mengikat anggotanya, namun lebih sebagai hanya sebuah wadah tempat mereka berkreasi. Meski tak jarang persaingan antar club terasa dalam bentuk saling memblok karya.
Yang spektakuler, pernah kami temui sebuah graffiti dibuat di satu buah gerbong utuh. Membayangkan betapa keringat dan adrenalin mereka terpompa membuat karya itu hanya semalam, menimbulkan decak kagum. Apapun bentuknya, street art adalah sebuah karya seni yang ikut mewarnai lembaran hari-hari di Jogja.



Arya Penangsang vs Joko Tingkir (1)


Kisah pertarungan antara Arya Penangsang dengan Joko Tingkir adalah sebuah cerita konspirasi politik perebutan tahta dan penuntasan dendam di Kasultanan Demak, yang berakhir dengan runtuhnya kejayaan Demak. Sepeninggal Arya Penangsang, riwayat kerajaan pesisir Jawa mulai bergeser ke pedalaman, di tangan tlatah Pajang.
1549
Damar baru saja dinyalakan. Pendarnya lindap merebak di sebuah ruangan sempit. Di remang itu, hanya jangkrik-jangkrik yang berani bersuara. Kumpulan jangkrik itu seakan berseru pada dua sosok yang tepekur dalam ruangan, untuk segera mengambil keputusan. Arya Penangsang duduk mencakung di hadapan gurunya, Sang Sunan Kudus. Sejak beberapa waktu lalu, mereka berdiam. Tapi Sunan Kudus tahu, di dada Arya Penangsang bergelora sebuah amarah yang sulit untuk diredam lagi. Amarah yang ditimbulkan oleh dendam atas kematian ayahnya, Raden Kikin, yang setelah kematiannya dikenal sebagai Pangeran Sekar Seda ing Lepen.
“Kanjeng guru, sudah kucoba menengkarapkan api dendam ini pada Prawoto. Tapi sungguh sobek hati ini melihat sepupuku itu duduk di dampar kencana Demak, tak terusik oleh lakunya yang menyebabkan ayah pralaya 20 tahun silam,” Arya Penangsang akhirnya bersuara.
Sang Sunan menghela napas. Paham sekali akan dendam yang menggelora dari dada murid kesayangannya. Ia tahu betul perbuatan Prawoto memang tak bisa dimaafkan. Membunuh pamannya sendiri, agar sang ayah, Sultan Trenggana mulus naik tahta menggantikan Pangeran Sabrang Lor, memegang tampuk tertinggi Kesultanan Demak.
Lebih dari 20 tahun Sultan Trenggana membawa Demak melangkah ke gemilang Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Menyingkirkan Arya Penangsang menjadi Bupati Jipang Panolan. Arya Penangsang masih diam dan bertekuk sembah pada pamannya. Mengolah wilayahnya sebagai bawahan Demak nan makmur dan kesohor seantero Nusantara. Tapi ketika Sultan Trenggana mangkat di Panarukan, dampar kencana menjadi milik Prawoto yang memiliki nama kecil Raden Mukmin, amarah itu kembali membesut dinding-dinding hatinya.
Malam ini, Arya Penangsang ingin mendapatkan pangestu dari gurunya. Sebuah sokongan yang sangat berarti atas penuntasan dendam lama yang tak kunjung mengabar langkahnya.
“Lakukankah apa yang menurut kata hatimu pantas dilakukan,” singkat Sang Guru mengucap kata.
Arya Penangsang menyembah Sang Guru. Hatinya yang pepat menjadi lowong. Ia tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Ia pun beringsut keluar. Meninggalkan Sang Guru yang segera meniup damar. Malam hitam pekat. Di luar sana burung bence bernyanyi. Menyanyikan lagu duka yang akan menyelimuti Demak. Sebentar lagi.
bersambung ke bagian dua (sedang digarap)


Maklumat Presiden RI


Setelah melihat dan memperhatikan dengan seksama perkembangan politik yang menuju pada kebuntuan politik akibat krisis konstitusional yang telah memperparah krisis ekonomi dan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang disebabkan pertikaian kepemimpinan politik kekuasaan yang tidak memperhatikan kaedah perundangan-undangan, apabila tidak dicegah, maka akan menghancurkan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maka dengan keyakinan dan tangggung jawab untuk menyelamatkan negara dan bangsa serta kemerdekaan bangsa dan sebagian masyarakat Indonesia, hari ini selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan saya mengambil langkah untuk memaklumkan:

1. Membekukan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI dan Dewan Perwakilan Rakyat RI 2. Mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dan mengambil tindakan serta menyusun badan yang diperlukan untuk penyelenggaraan Pemilu dalam waktu setahun. 3. Menyelamatkan gerakan reformasi total dari hambatan unsur-unsur Orde Baru dengan membekukan Partai Golkar sambil menunggu keputusan Mahkamah Agung.

Untuk itu kami memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mengamankan langkah penyelamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menyerukan seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang serta menjalankan kehidupan sosial ekonomi seperti biasa. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa meridloi Negara dan Bangsa Indonesia.

Jakarta, 22 Juli 2001

Presiden RI/Panglima Tertinggi Angkatan Perang 

anekdot Gus Dur"Cuma Takut Tiga Roda"


Suatu hari, saat Abdurarahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius. Pembicaraan bertopik isu terhangat  dilakukan selesai menghadiri sebuah rapat di Istana Negara.
Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu melanda kota Jakarta. Gus Dur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.
“Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta Pak?” tanya seorang menterinya.
“Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini. Padahal kan nyamuk sini cuma takut sama tiga roda…!”


anekdot gusdur "Jenderal"


Pada saat selesai melantik WAKAPOLRI di Istana, Gus Dur mengadakan konferensi pers dengan wartawan.

Pada kesempatan itu, salah satunya diungkapkan tentang permintaan Gus Dur agar Jenderal Surojo BIMANTORO -
KAPOLRI - mengundurkan diri.

Ketika konferensi pers itu usai, dan Gus Dur dipapah memasuki mobil, beberapa wartawan mulai tidak mengerubutinya lagi.

Gus Dur berkata :"Hei, saya masih punya satu informasi lagi. Kalian mau tidak ?"

"Apa itu Gus ?" tanya para wartawan serentak.
"Saya mau sebutkan nama seorang jenderal yang paling berbahaya dan berpotensi mematikan siapa saja," ujar Gus Dur.

"Wah, siapa itu Gus ?" keroyok para wartawan yang tadinya sudah mulai menjauh. Mereka berlarian untuk mendapatkan berita eksklusif itu.

"Ok, saya akan katakan," kata Gus Dur meyakinkan." Jenderal itu adalah Jendral..(General) Electric ..."

"Wooo kok itu sih Gus ?" protes para wartawan.
"Lha kalian ini, maunya bikin gosip melulu. Lha saya kan bener kalau General Electric itu paling berbahaya. Coba, mau nggak kamu kesetrum lampunya General Electric ? Berbahaya khan ?!, kamu bisa mati kan kalau kesetrum????"

"Menyengsarakan Anggota DPR" wkwkwkwkw...


SUATUhari di negara antah berantah, muncul suatu kebijakan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya di negara lain.
Kebijakan itu yakni, setiap orang yang berstatus wakil dinaikkan pangkatnya. Wakil presiden jadi presiden, wakil direktur menjadi direktur, wakil komandan menjadi komandan  wakil gubernur menjadi gubernur, wakil RT menjadi ketua RT dan seterusnya. Yang penting dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada posisi ganda, itu bisa diatur dalam pembagian tugasnya.

Masalah pembengkakan anggaran, semua ditanggung oleh negara. Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata mereka menolak. Betul-betul menolak keras. Bahkan, ditolak mentah-mentah dengan sangat keras. Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan berubah status dari wakil rakyat menjadi rakyat. (rhs)

I Love my father


Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Ibunya. Lalu bagaimana dengan Ayah? Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih kecil……Ayah biasanya mengajari anaknya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Ibu takut anak manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu kau PASTI BISA melakukannya.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia….. :’) Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut…Ketika melihat putra/putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?” Bahwa anaknya kelak akan segera pergi meninggalkan Ayah”

Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah

Ketika kamu menjadi dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Ayah harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati… Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta mainan baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “anak kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Ayah tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti…

Dan akhirnya….Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki/wanita yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat Bahagia!

Kemudian Ayah berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: “Ya Tuhan, tugasku telah selesai dengan baik….anak kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita/pria yang cantik/hebat….Bahagiakanlah ia bersama pasangannya….”

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Ayah telah menyelesaikan tugasnya….

Ayah, Papa, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.:’)

Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai….
Jika kamu mengalaminya, Kamu adalah salah satu orang yang beruntung…